Loading...

Mengenal BIOS (Basic Input Output System)

3/23/2017 Add Comment
BIOS, singkatan dari Basic Input Output System, adalah perangkat lunak (software) yang tersimpan pada sebuah chip ROM (Read Only Memory). Sesuai dengan namanya, secara sederhana BIOS berperan sebagai sistem pengatur dasar daripada perangkat keras (hardware) yang tertanam pada sebuah Komputer agar berjalan dengan benar dan baik sebagaimana fungsinya. Oleh karena itu, peran BIOS ini sangat penting dalam pengoperasian sebuah perangkat Komputer. Dan saya rasa wajib bagi teman-teman yang berprofesi sebagai Teknisi Komputer untuk memahami tentang BIOS ini.
Award BIOS setup utility
Award BIOS setup utility

Sebelumnya saya minta maaf karena panduan instalasi Windows ini sempat tersendat dalam beberapa bulan, bahkan hampir setahun. Karena jujur saja saya kehilangan semangat. Dan juga tidak bisa berpikir jernih untuk membuat artikel yang bagus lantaran fokus otak saya pada hal pekerjaan dan beberapa hobi saya yang lainnya.

Jadi kali ini saya akan melanjutkan kembali panduan instalasi Windows ini. Yaitu mengenal BIOS, fungsi dan cara kerjanya. Yang saya rangkum dari Wikipedia dan beberapa artikel teman-teman sesama blogger. Dan yang lebih penting, semua saya tulis berdasarkan pemahaman saya sendiri. Mudah-mudahan bisa dimengerti dan difahami dengan baik oleh teman-teman pembaca semua.

Mengenal istilah ROM, NVRAM dan CMOS

Dari beberapa artikel yang telah saya baca, saya mendapati banyak kesalahfahaman dari mereka (penulis) mengenai BIOS ini, khususnya untuk istilah CMOS. Bukan maksud menyalahkan, karena yang namanya manusia pasti pernah salah. Tentu saja saya juga bisa salah. Kesempurnaan hanya milik Tuhan.

Di atas sudah saya sebutkan bahwa BIOS adalah sebuah perangkat lunak. Sedangkan yang namanya perangkat lunak pasti tersimpan pada sebuah media penyimpanan. Nah media penyimpanan BIOS inilah yang disebut ROM.

ROM, singkatan dari Read Only Memory, merupakan jenis chip memori yang isinya HANYA BISA dibaca saja.
AMIBIOS ROM-Chip
AMIBIOS ROM-Chip
Kenapa BIOS tersimpan pada ROM yang bersifat HANYA BACA ? Karena BIOS dituntut agar jangan rusak atau tidak mudah rusak lantaran perannya yang sangat penting ini.

Meskipun BIOS tersimpan pada ROM. Namun semua pengaturan konfigurasinya tersimpan pada sebuah chip yang terpisah. Ingat ! sifat ROM hanya bisa dibaca. Jadi semua pengaturan konfigurasi bukan pada ROM, melainkan pada chip yang lain yang disebut RTC (Real-Time Clock) yaitu chip berupa NVRAM atau CMOS.

NVRAM, singkatan dari Non-Volatile Random Access Memory. Merupakan jenis chip memori dengan akses acak. Sifatnya, isinya bisa untuk ditulis ulang atau diubah oleh user (pengguna Komputer).
NVRAM
NVRAM
Motherboard RTC dan BIOS
Motherboard RTC dan BIOS

NVRAM inilah yang berfungsi untuk menyimpan berbagai konfigurasi pada BIOS. NVRAM juga biasanya disebut CMOS. Karena NVRAM umumnya dibuat dengan teknologi manufaktur CMOS. Namun penyebutan CMOS lebih familiar dikalangan teknisi komputer umumnya dibandingkan dengan penyebutan NVRAM.

Lantaran dibuat dengan teknologi CMOS, maka NVRAM ini membutuhkan daya yang kecil untuk bisa hidup dan bekerja. Data konfigurasi BIOS yang tersimpan pada NVRAM sangat mudah terhapus jika daya listrik yang menghidupkannya terputus,

Itulah kenapa NVRAM dihidupkan dengan menggunakan baterai berbahan Litium seri CR-2032. Karena NVRAM dituntut untuk hidup dalam waktu yang lama. Secara kenyataannya Litium CR-2032 mampu bertahan sampai kurang lebih 3-5 tahun. Bahkan terkadang dikeadaan tertentu bisa lebih dari 5 tahun.
Litium seri CR-2032
Litium seri CR-2032
Litium CR-2032 pada Motherboard
Litium CR-2032 pada Motherboard
Nah baterai inilah yang sering disebut-sebut sebagai baterai CMOS. Tidak salah sebenarnya penyebutan tersebut, namun sering kali saya dapati mereka memahaminya bahwa baterai inilah yang disebut CMOS. Padahal bukan menurut yang saya fahami. Silahkan baca lebih lengkapnya hal ini di Wikipedia.

Fungsi dan cara kerja BIOS

BIOS difahami bisa melakukan hal-hal berikut ini:
  • Melakukan POST (Power On Self Test). Ini merupakan fungsi utama BIOS. Yaitu proses pengenalan serta pengujian terhadap berbagai perangkat keras yang tertanam pada perangkat Komputer.
  • Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer seperti tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer.
  • Memuat dan menjalankan sistem operasi.
  • Bahkan dalam beberapa model BIOS mendukung untuk melakukan overclocking. Yaitu suatu upaya dari pengguna (user) untuk membuat Processor bekerja melampaui kemampuan dasarnya.

Cara kerja BIOS

Sebenarnya ketika kita menghidupkan Komputer pertama kali dengan diswitch on (ditekan tombol power), seketika itu juga semua perangkat keras hidup tapi masih dalam mode tingkat rendah. Nah pada tahap ini sebenarnya yang pertama-tama melakukan pekerjaan sebagai pemberi perintah adalah BIOS. BIOS segera melakukan proses POST.

Perlu diingat, Komputer itu bisa hidup hanya dengan 3 perangkat utama telah tertanam pada Motherboard. Yaitu Processor, RAM (Random Access Memory), dan VGA (Video Graphic Adapter). Jadi pertama-tama yang akan dicek oleh BIOS saat proses POST tentu saja adalah Prosessor, kemudian RAM, lalu VGA. Jika ketiga perangkat ini telah di identifikasi, BIOS akan memberi perintah kepada Processor agar VGA menampilkan display BIOS pada layar monitor. Lalu BIOS akan melakukan pengecekan terhadap perangkat keras lainnya yang telah tertanam seperti Mouse, Keyboard, media penyimpanan seperti harddisk atau flashdisk, DVD-ROM dll.
Proses Posting
Proses Posting
Proses Posting lebih merinci
Proses Posting lebih merinci

Jika BIOS merasakan ada kesalahan fatal para perangkat keras, biasanya BIOS akan mengeluarkan bunyi beep. Bunyi beep yang dikeluarkan tergantung jenis kerusakannya dan setiap bunyi berbeda antara merk BIOS yang satu dengan yang lainnya. Khusus dalam hal menganalisa kerusakan melalui bunyi beep, saya rasa butuh pengalaman dari teknisi yang bersangkutan.


Ketika proses identifikasi perangkat keras selesai, BIOS akan lanjut ke tahap mengakses konfigurasi proses booting. Yaitu proses dimana BIOS mulai memeriksa pada media penyimpanan atau DVD-ROM apakah ada system boot yang dapat dijalankan. Nah fokus panduan instalasi Windows ini sebenarnya adalah ini, yaitu bagaimana cara mengatur konfigurasi proses booting. Yang insya Allah akan saya tulis pada artikel selanjutnya.

Ketika BIOS telah menemukan system boot pada media-media tersebut. Selanjutnya BIOS langsung menyerahkan tampuk pemberi perintah kepada Sistem Operasi seperti Windows untuk mengelola secara penuh perangkat Komputer. Maka dimulaikan proses booting dengan tanda jalannya Sistem Operasi tersebut.

Demikian artikel Mengenal BIOS, fungsi dan cara kerjanya ini. Mudah-mudahan bisa difahami teman-teman semua. Terima kasih telah membaca.

Cara Convert Harddisk GPT menjadi MBR Tanpa Menghilangkan Data

10/01/2016 Add Comment
Ingin melakukan instal ulang Laptop dengan Windows 7 dan ternyata tidak bisa diinstal dengan keterangan seperti berikut: "Windows cannot be installed to this disk. The selected disk is of the GPT partition style" ?! Jika teman-teman juga mengalami kasus yang sama seperti saya. Tenang saja, kalian sedang membaca artikel yang tepat untuk memecahkan masalah kalian. Ini sudah saya buktikan sendiri dan sukses 100% data aman.
Windows cannot be installed to this disk

Saya sering sekali menerima kasus seperti ini ketika menerima Laptop pasien saya yang awalnya sudah terinstal Windows 8/8.1/10 menggunakan skema partisi GPT. Ingin diganti dengan Windows 7 saja alasannya karena ribet, tidak terlalu faham, tidak familiar dll. Ya okelah kalau begitu, jadilah saya coba instal dengan Windows 7.

Namun masalah terjadi karena Windows 7 tidak bisa diinstal pada bekas partisi Windows 8/8.1/10 yang menggunakan skema partisi GPT. Karena Windows 7 menggunakan skema partisi MBR. Solusinya adalah delete partition menjadi unallocated seluruhnya lalu bangun kembali menggunakan skema partisi MBR pada installer Windows 7. Jadilah saya backup semua datanya yang ada di hdd ke hdd eksternal saya. Waduh ribet juga kan belum lagi jika datanya banyak, mesti lama proses pekerjaannya.

Karena waktu itu saya tidak tau ternyata ada solusi yang lebih baik daripada harus delete partition. Yaitu CONVERT skema partisi GPT menjadi skema partisi MBR, tanpa delete partition plus data aman.

Ciri-ciri skema partisi GPT dan MBR

Adapun untuk mengetahui hdd itu menggunakan skema partisi GPT atau MBR, silahkan perhatikan gambar dibawah ini:
cara convert gpt disk menjadi mbr
Skema partisi GPT biasanya memiliki banyak bagian partisi, seperti terlihat pada gambar 
cara convert gpt disk menjadi mbr
Sedangkan skema partisi MBR lebih sedikit terdapat bagian partisi
Bagaimana caranya? Susahkah? Data aman nggak tuh?
Caranya mudah kok teman, data 100% aman. Sudah saya buktikan sendiri. Kalian hanya perlu menyediakan 2 Tool berikut:
1. Aplikasi MiniTool Partition Wizard Bootable CD | LINK
2. Flashdisk atau CD/DVD kosong yang siap dijadikan bootable
Kemudian simak tutorialnya dibawah ini:

Cara convert harddisk GPT menjadi MBR

  • Unduh aplikasi di atas kemudian jadikan bootable Flashdisk atau burning ke CD/DVD
  • Setelah jadi, matikan laptopnya lalu hubungkan Flashdisk atau CD/DVD, booting menggunakan itu
    MiniTool Partition Wizard Bootable CD

  • Perhatikan gambar di atas, pilih menu paling atas saja
    MiniTool Partition Wizard Bootable CD

  • Pilih resolusi partisinya sesuai ukuran layar laptopnya
  • Sekarang sudah masuk aplikasi Partition Wizard nya, pilih hdd yang ingin kita convert, klik menu yang bertuliskan "Convert GPT Disk to MBR Disk" pada sidebar kiri aplikasi
    MiniTool Partition Wizard Bootable CD

  • Akan muncul keterangan berikut di klik Yes aja
    MiniTool Partition Wizard Bootable CD

  • Lalu tunggu sampai selesai, proses sangat sebentar
    MiniTool Partition Wizard Bootable CD

Jika mengikuti persis tutorial diatas, harusnya skema partisi hdd sudah berubah menjadi MBR dan siap diinstal Windows 7. Keadaan juga berlaku sebaliknya jika ingin convert dari MBR ke GPT, caranya sama. Terima kasih telah membaca artikel ini sampai selesai dan jangan lupa kasih komentarnya ya :)

Cara Membuat Bootable Flashdisk

3/13/2016 Add Comment
flashdisk installer
Selain menggunakan media DVD-ROM, (baca juga cara burning Windows disc image) kita juga bisa menggunakan flashdisk sebagai media instalasi Windows. Bagaimana caranya? Dibawah nanti akan saya tulis tutorial cara membuat bootable flashdisk dengan menggunakan aplikasi Rufus. Nah lalu apa keuntungan jika menggunakan flashdisk sebagai media instalasi Windows? Sebagai perbandingan dalam menggunakan media disc atau flashdisk. Dibawah ini akan saya paparkan terlebih dulu kelebihan dan kekurangan menggunakan flashdisk sebagai media instalasi Windows berdasarkan pengalaman saya sendiri.

Kelebihan flashdisk sebagai media instalasi Windows

  • Cepat. Ini yang paling saya rasakan, instalasi menggunakan flashdisk jauh lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan disc.
  • Awet. Flashdisk tidak seperti disc yang apabila lecet sedikit saja kadang bisa terjadi korup file.
  • Bisa diganti-ganti. Misalnya sudah dijadikan installer Windows 10 , masih bisa kita ganti menjadi Windows yang lainnya.
  • Minim terjadi error. Jika pada disc kita bukan hanya memperhatikan keadaan disc nya, juga harus memperhatikan keadaan CD/DVD-ROM nya.

Kekurangan flashdisk sebagai media instalasi Windows

  • Mudah diserang malware. Ini merupakan kelemahan flashdisk secara umum. Karena bersifat read and write (RW) maka sangat rawan sekali diserang malware. Jadi saran saya jika sebuah flashdisk sudah dijadikan installer, jangan sesekali digunakan untuk melakukan hal selain instalasi Windows. Tujuannya untuk menghindari kerusakan file disebabkan malware.
  • Tidak semua bios Komputer bisa. Sebagian pc/laptop jadul tidak memiliki pilihan untuk boot menggunakan USB. Namun itu hanya sebagian kecil saja, rata-rata semuanya sudah bisa.

Tutorial cara membuat bootable flashdisk

  • Sediakan flashdisk kosong. Besar kapasitas disesuaikan dengan besarnya file Windows disc image.
  • Instal sebuah aplikasi bernama Rufus. Sebenarnya ada banyak aplikasi yang berfungsi untuk membuat installer, tapi menurut saya Rufus lah yang paling mudah digunakan.
  • Instal Rufus sampai selesai, hubungkan flashdisk ke Komputer. Kemudian buka Rufus.
  • Pada menu Format Option ada opsi untuk memilih file disc image, pilih ISO Image. Klik tombol kecil disampingnya yang bergambar DVD Drive untuk memilih file disc imagenya.
  • Device. Pilih flashdisk yang mau dijadikan installer.
  • Partition scheme and target system type. Pilih MBR partition scheme for BIOS or UEFI-CSM jika skema partisi hardisk menggunakan MBR (Master Boot Record) mode. Windows XP/7 menggunakan ini. Pilih GPT partition scheme for UEFI jika skema partisi hardisk menggunakan GPT (GUID Partition Table). Windows 8.1/10 bisa menggunakan MBR atau GPT tergantung dari skema partisi hardisknya.
  • File system, pilih Default saja.
  • Selanjutnya klik Start. Nanti akan ada peringatan bahwa semua data didalam flashdisk akan terhapus. Klik OK. Maka proses akan berjalan, tunggu saja sampai selesai.
    membuat installer windows dengan rufus

Setelah selesai, flashdisk sudah siap digunakan untuk melakukan instalasi Windows.


Download Rufus 2.7.855

Cara Burning File Windows Disc Image

3/06/2016 2 Comments
Pada artikel-artikel sebelumnya telah saya bagikan link download file disc image dari berbagai versi Windows (Lihat juga: koleksi disc image Windows). Disc image tersebut berformat (.iso). (.iso) adalah format untuk disc image pada umumnya. Perlu diketahui, format disc image itu bermacam-macam. Selain (.iso) ada (.nrg), (.img), (.isz) dll. Windows disc image ini tidak dapat digunakan sebelum kita burning terlebih dahulu ke CD/DVD, atau bisa juga dijadikan bootable installer USB flashdisk.
Burning adalah suatu proses penyalinan data file dari Komputer ke dalam CD atau DVD.
Oleh karena itu, media untuk instalasi Windows itu pada umumnya ada dua. Bisa menggunakan CD/DVD-ROM atau flashdisk yang sudah dibuat menjadi bootable installer. Namun pada kesempatan kali ini akan saya tulis tutorial cara burning disc image Windows ke CD atau DVD. Ada dua langkah cara burning, yang pertama dengan menggunakan fitur bawaan Windows, dan yang kedua dengan menggunakan aplikasi luar pihak ketiga. Langsung saja simak tutorialnya dibawah.


Tutorial cara burning file Windows disc image

Semenjak Windows 7 hadir, Microsoft sudah menyematkan fitur untuk melakukan burning. Begitu pula Windows 8, 8.1 dan 10. Sedangkan Windows XP masih belum ada fitur ini, jadi harus menggunakan aplikasi pihak ketiga.

Menggunakan fitur bawaan Windows 

  • Sediakan CD/DVD blank alias masih kosong. Tergantung ukuran dari file disc image. Windows XP rata-rata sekitar 600MB, maka bisa menggunakan CD yang berkapasitas 700MB. Sedangkan Windows 7, 8.1 dan 10 berukuran lebih dari 2GB, maka harus menggunakan DVD yang berkapasitas 4,5GB paling kecilnnya
  • Siapkan CD/DVD-ROM sebagai media untuk melakukan burning (disc burner). Bisa dengan CD/DVD-ROM bawaan Komputer atau Eksternal USB
  • Masukkan CD/DVD tersebut ke dalam CD/DVD-ROM. Tunggu sampai terdeteksi CD/DVD blank
  • Buka folder tempat dimana file Windows disc imagenya disimpan. Double klik pada file Windows disc
  • Pastikan Disc burner sudah tepat. Klik Burn untuk memulai proses burning
    windows disc image burner
    Windows Disc Image Burner
  • Tunggu sampai proses burning selesai
    windows disc image burner progress
    Proses burning disc image
  • Jika sudah selesai, maka Windows installer sudah siap digunakan.
    windows disc image burner finish
    Proses burning selesai

Menggunakan aplikasi pihak ketiga

Sudah ada berbagai macam aplikasi yang beredar yang berfungsi untuk melakukan burning beserta fitur-fitur lainnya. Sebut saja Nero yang sangat terkenal, Alcohol, UltraISO dll. Namun disini saya akan membuat tutorial burning dengan menggunakan aplikasi berlisensi freeware, yaitu Burnaware. Meskipun freeware namun fungsi dan fitur tidak kalah dengan aplikasi yang berlisensi commercial trial atau berbayar. Oke langsung saja.

  • Unduh aplikasi Burnaware | link
  • Instal lalu buka aplikasi Burnaware 
  • Pada menu utama, tab Kompilasi banyak pilihan fitur yang tersedia. Pilih menu Bakar Image
    burnaware menu
    Menu BurnAware
  • Pada menu Bakar Image, pastikan disc burner sudah tepat
  • Klik Jelajahi lalu cari dan pilih file Windows disc imagenya
  • Klik Bakar untuk memulai proses burning
    burnaware burner
    Langkah-langkah melakukan burning
    Proses burning BurnAware
  • Jika proses burning selesai, maka Windows installer sudah siap digunakan.
    burnaware burner finish
    Proses burning selesai
     
Sekian tutorial cara burning file Windows disc image ke CD/DVD. Selanjutnya akan saya buatkan tutorial cara membuat Windows installer menggunakan USB Flashdisk. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Windows XP Professional SP3

3/01/2016 Add Comment
windows xp logo
Ini dia versi dari Windows yang legend dan fenomenal tapi masih tetap oke untuk digunakan, yaitu Windows XP. Windows XP ini meskipun tergolong OS jadul, rilis tanggal 25 Oktober 2001 namun kinerjanya tidak bisa diremehkan. Salah satu contohnya, Windows XP ini sama sekali tidak rakus RAM dibandingkan dengan versi Windows kakak-kakaknya. Jadi lumayan sangat ringan. Bahkan menurut pengalaman saya, jika ada game yang berat dimainkan pada Windows 7 misalnya, jika dimainkan menggunakan Windows XP bisa-bisa sangat lancar untuk dimainkan. Windows XP terlihat jadul hanya karena tampilannya memang terlihat ketinggalan jaman. Kami saja masih menggunakan Windows XP untuk bekerja memperbaiki printer. XD

Windows XP yang saya bagikan disini adalah Windows XP Professional Service Pack 3 x86 update Januari 2015 yang digunakan kalangan perusahaan. Mungkin ada yang belum tahu bahwa pihak Microsoft menghentikan support untuk Windows XP Home Edition. Namun kalangan perusahaan masih diberikan update. Seperti yang saya baca dari blognya kuyhaa, link download juga dari situ saya ambil.

Download Windows XP Professional SP3 x86 update Januari 2015 | link